Anas Dilaporkan Nazaruddin Tentang Pembagian Uang Oleh Andi Narogong

Mantan Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin

Anas Dilaporkan Nazaruddin – Bekas Bendahara Umum Laga Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebutkan ada kedekatan spesial bekas Ketua Fraksi Laga Demokrat Anas Urbaningrum dengan entrepreneur Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong.

Andi Narogong dimaksud membagi-bagikan duit ke beberapa anggota DPR RI serta Kementerian Dalam Negeri untuk memuluskan proyek e-KTP. Andi dimaksud miliki catatan perincian pemberian duit itu.

” Tiap-tiap duit yang di keluarkan, dilaporkan ke Anas, ” tutur Nazar waktu bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Hal itu karena Anas Urbaningrum adalah pimpinan dari fraksi paling besar di DPR waktu itu.

Hal semacam ini untungkan Andi Narogong lantaran besarnya dampak Anas untuk melepaskan biaya serta proses proyek.

Menurut Nazaruddin, Anas Urbaningrum cukup bertindak dalam memutuskan apapun.

” Perjanjian dari pertama proyek ini dapat jalan. Maka dari itu Anas bisa 11 %, ” kata Nazaruddin.

Berdasar pada surat dakwaan, Anas Urbaningrum dimaksud memperoleh jatah sebesar 11 % dari biaya pengadaan e-KTP. Nazaruddin juga tahu banyak masalah pemberian-pemberian itu lantaran lihat catatan Andi Narogong.

Setiap saat Anas berjumpa Andi, Nazaruddin senantiasa mengikuti. Selain itu, mulai sejak awal Anas mengarahkan supaya Fraksi Laga Demokrat mensupport penuh pengadaan e-KTP.

” Instruksi Ketua Fraksi diminta ikutin agar proyeknya jalan. Program prioritas dari pemerintah, ” kata Nazaruddin.

Banyak pihak yang dimaksud dalam dakwaan sudah terima dana hasil korupsi e-KTP th. 2011-2012.

Dalam dakwaan, Andi Narogong di ketahui sekian kali lakukan pertemuan dengan Anas Urbaningrum, Nazaruddin, serta bekas Ketua Fraksi Laga Golkar Setya Novanto, untuk memuluskan penganggaran.

Sampai lalu, DPR RI menyetujui biaya proyek e-KTP sesuai sama grand design 2010, yakni RP 5, 9 triliun.

Dari biaya itu, sebesar 51 % atau Rp 2, 662 triliun dipakai untuk berbelanja modal atau berbelanja riil pembiayaan proyek e-KTP.

Sedang 49 % atau sebesar Rp 2, 558 triliun dibagi-bagi ke beberapa pihak, termasuk juga anggota Komisi II DPR RI serta Tubuh Biaya DPR RI.

Anas Urbaningrum sendiri telah menyanggah keterlibatannya dalam proyek e-KTP. Selesai di check KPK pada Februari lantas, Anas mengklarifikasi tuduhan Nazaruddin.

” Aku bersukur dapat menerangkan serta mengklarifikasi banyak hal yang menurut aku utama, yang mungkin saja sumbernya dari seorang yg tidak cocok lah, ” tutur Anas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *