Sistem Impor Hp Ilegal Membuat Kemenperin dan Qualcomm Geram

Sistem Impor Hp Ilegal Membuat Kemenperin dan Qualcomm Geram

Sistem Impor – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghalangi impor serta memberantas peredaran handphone (hp) ilegal sebagai usaha membuat perlindungan industri serta keamanan customer dalam negeri.

Satu diantara langkah strategis yang butuh dikerjakan yaitu memonitor semua hp dengan sistem harus pendaftaran type serta nomor jati diri produknya.

Sistem Impor Hp Ilegal Membuat Kemenperin dan Qualcomm Geram
Sistem Impor Hp Ilegal Membuat Kemenperin dan Qualcomm Geram

“Kami merencanakan lakukan kerja sama juga dengan Qualcomm untuk mengidentifikasi hp yang bakal masuk ataupun sudah ada di Indonesia, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pernyataan resmi, Sabtu (8/4/2017).

Sebatas info, Qualcomm Inc adalah perusahaan processor global asal Amerika Serikat (AS). Sekarang ini rata-rata hp mutakhir memakai processor atau otak buatan Qualcomm.

Menurut Airlangga, pengidentifikasian itu diawali dari kontrol nomor yang terdaftar pada International Mobile Station Equipment (IMEI) didalam piranti hp.

“Kalau usaha ini dapat kita aplikasikan dengan baik, kerugian negara dapat di hilangkan akibat sebagian hp yang ilegal, ” katanya.

Hp ilegal yang mengedar di Indonesia punya potensi menyingkirkan pendapatan negara sebesar 20 % lantaran tak ada pajak yang dipungut.

“Selain untuk memperoleh angka kerugian dari hp ilegal, kerja sama ini dapat diinginkan dapat menghimpit cybercrime yang selalu bertambah, ” tutur Airlangga.

Pasar Hp Indonesia

Disamping itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, serta Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengemukakan, piranti hp ilegal yang mengedar semakin ramai bersamaan dengan penambahan keperluan tehnologi di orang-orang.

Dengan jumlah masyarakat paling banyak di ASEAN, Indonesia jadi pasar paling besar untuk perusahan hp dunia.

Dalam kurun saat lima th. paling akhir, jumlah pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia bertambah sebesar empat kali lipat, dari 63 juta jadi 211 juta pelanggan.

Bahkan juga, diprediksikan jumlah telepon selular yang mengedar di Indonesia pada sekarang ini sejumlah 300 juta unit atau melebihi masyarakat Indonesia sendiri yang sejumlah sekitaran 250 juta jiwa.

Karenanya, menurut Putu, dari segi pemerintah serta industri mesti memiliki sikap. Dalam soal ini, Kemenperin bakal bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi serta Informatika, dan pihak berwenang yang lain.

Kemenperin mencatat, nilai impor hp pada 2015 sekitaran 2, 2 miliar dollar AS dengan jumlah 37, 1 juta unit hp, alami penurunan jadi 773, 8 juta dollar AS dengan jumlah 18, 4 juta unit.

Sedang, untuk jumlah produksi hp di dalam negeri sebesar 24, 8 juta unit pada 2015, naik jadi 25 juta unit pada 2016.

Sekarang ini sudah berdiri sejumlah 17 manufaktur dalam negeri yang dapat merakit product handphone, computer genggam (handheld) serta computer tablet.

Manufaktur itu diantaranya PT Satnusa Persada, PT Aries Indo Global, PT Bangga Tehnologi Indonesia, PT Haier Electrical Appliances, PT Senantiasa Bahagia Berbarengan, serta PT Hartono Istana Tehnologi.

Baca juga :

Setelah itu, PT Samsung Electronic Indonesia, PT Panggung Electric Citrabuana, PT Cahaya Bintang Nusantara, PT Sentras Jalan keluar Tehnologi, PT Maju Express Indonesia, PT Tridharma Kencana, PT Axioo Indonesia, PT Adireksa Mandiri, PT Adi Pratama Indonesia, PT VS Technology serta PT Vivo Mobile Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *