Ini Nasihat Kepala Bekraf pada Beberapa Wiraswastawan Kreatif Muda

Ini Nasihat Kepala Bekraf pada Beberapa Wiraswastawan Kreatif Muda

Info Industri – Kepala Tubuh Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyampaikan, sekarang ini persaingan industri tengah alami penambahan. Salah nya ialah industri digital. Industri digital ini tiap-tiap tahunnya bertambah bersamaan dengan perubahan tehnologi.

Ini Nasihat Kepala Bekraf pada Beberapa Wiraswastawan Kreatif Muda
Ini Nasihat Kepala Bekraf pada Beberapa Wiraswastawan Kreatif Muda

Kepala Bekraf memberi nasehatnya pada beberapa entrepreneur muda yang beroperasi di sektor ekonomi kreatif supaya bisa bertahan di dalam persaingan yang ketat ini.

Menurut Triawan Munaf, sekarang ini pelaku ekonomi kreatif pada bidang digital mesti lebih kompetitif dalam berkarya, lantaran perubahan industri digital makin cepat.

” Bagian industri digital (perubahannya) begitu cepat, serta tak berhenti, (entrepreneur muda) saat ini mesti lebih kompetitif, tidak dapat lagi tidur-tidur, tak dapat lagi malas-malasan, ” terang Triawan Munaf pada Kompas. com, di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Dia mencontohkan, seperti aplikasi pada hp pandai (smartphone) kurun waktu spesifik pastinya akan ada up-date dari aplikasi itu untuk penambahan kemampuan.

” Saat ini perang (persaingan) didunia maya 24 jam, bila kita saksikan aplikasi pada smartphone itu senantiasa ada up-date, itu bukanlah sebatas up-date namun tingkatkan kemampuan, lawan usaha buat suatu hal, kita juga buat, ” katanya.

Menurut dia, hal semacam itu memanglah fakta yang perlu dihadapi pada masa sekarang ini.

” Benar-benar melelahkam namun tersebut yang perlu dihadapi. Semuanya saat ini menghadap ke digital, musik telah digital, semuanya telah digital, itu jadi yang paling utama, maka dari itu saat ini kita kerap mengadakan Bekraf Developer Day, ” papar Triawan Munaf.

Dia menerangkan, untuk industri digital, sekarang ini Bekraf mempunyai program penambahan kekuatan developer nasional lewat ‘Bekraf Developer Day’.

Triawan Munaf menilainya, pangsa industri digital di Indonesia begitu besar tetapi selama ini product digital dari luar negeri menguasai pasar di Indonesia.

” Maka dari itu kami tingkatkan kekuatan developer dalam negeri, mereka terkadang cuma bikin, nah ini mesti mempunyai kekuatan untuk mengkonsep, meskipun sekarang ini telah ada pula yang dapat, ” terangnya.

Terdaftar, dari keseluruhan populasi sejumlah 257 juta jiwa, sekitaran 132 juta salah satunya sudah terhubung internet. Disamping itu jumlah masyarakat yang sudah mempunyai smartphone meraih sekitaran 103 juta jiwa.

Baca juga :

Pemerintah membidik, sampai 2020, potensi industri aplikasi, game sampai Internet of Things di Indonesia diproyeksikan dapat meraih 130 miliar dollar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *