Support Laga Islam pada Pilkada DKI Putaran Kedua

Pilkada DKI Putaran Kedua

Pilkada DKI Putaran Kedua

Pilkada DKI Putaran Kedua

Pilkada DKI 2017

Laga Islam pada Pilkada DKI Putaran Kedua – Hari pencoblosan putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta tinggal hitungan jari, yaitu 19 April 2017 yang lalu. Peta support laga politik telah jauh beralih dari akhir putaran awal lantas.

Sekurang-kurangnya, ada empat laga pendukung Agus Harimurti Yudhoyono serta Sylviana Murni. Alih support Laga Demokrat, Laga Kebangkitan Bangsa (PKB), Laga Persatuan Pembangunan (PPP) serta Laga Amanat Nasional (PAN) jadi rebutan dua pasangan calon tersisa.

Tetapi, sampai hari ini baru dua laga yang menyebutkan sikap resmi. PAN resmi mensupport pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sedang Demokrat pilih netral. Sesaat PPP serta PKB belum memastikan sikap resmi.

Walau simpatisan laga sampai Dewan Pimpinan Lokasi (DPW) telah memastikan arah support, tetapi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dua laga berbasiskan Islam itu belum memerlihatkan sinyal tanda bakal mendeklarasikan support resmi.

Nada konstituen jadi satu diantara pertimbangannya. Walau sebenarnya, DPW PKB serta DPW PPP keduanya sama telah mendeklarasikan support untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta Djarot Saiful Hidayat. Apa lagi yang ditunggu?

Dosen Komunikasi Politik Kampus Bengkulu yang juga Ketua Program Pascasarjana Komunikasi Kampus Jayabaya Jakarta Lely Arrianie lihat aspek konstituen laga berbasiskan Islam bukanlah jadi pertimbangan paling utama memastikan sikap resmi DPP laga, tetapi ada pertimbangan yang lain.

Politik, kata dia, membutuhkan jenis komunikasi politik transaksional. Hingga ia mengira ada lobi-lobi yang belum usai dibalik belum ditentukannya sikap resmi mereka. PPP, umpamanya. Lely lihat masihlah ada negosiasi politik yang belum usai.

Pilkada DKI Putaran Kedua
Pilkada DKI Putaran Kedua

” Kepemimpinan PPP sendiri belum usai. Jadi seakan seperti ada negosiasi politik yang masihlah belum usai dibicarakan dengan cara komunikasi politik, baik pada calon-calon yang tengah bertarung atau mungkin dengan laga pengusung yang lain, ” kata Lely waktu dihubungi, Jumat (14/4/2017).

Pertimbangan konstituen dinilai bukanlah jadi hak paling utama. Sebab untuk di PPP, umpamanya beberapa konstituen PPP sudah mengambil keputusan support untuk Ahok lewat gerbong Djan Faridz.

Sesaat untuk PKB, condong cuma tinggal menanti ketentuan pucuk pimpinan. Sebab, tokoh-tokoh Nadlatul Ulama (NU) saat berkomunikasi dengan pihak Ahok- Djarot condong tidak tunjukkan sikap bersebrangan.

” Seakan memanglah kelompok NU terima hadirnya mereka. Pucuk-pucuk pimpinan (PKB) saja yang belum memastikan sikap, ” katanya.

Sesaat PAN, walau juga berbasiskan Islam, tetapi Lely lihat ada unsur lain yang bikin PAN merapat ke pihak Anies-Sandi, umpamanya aspek historis.

Terutama laga pendukung Anies-Sandi yaitu Laga Gerindra serta Laga Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah berbarengan dengan PAN di Koalisi Merah Putih (KMP). Ia juga mengira PAN mempunyai unsur lain yang diperhitungkan.

” Jadi mungkin saja mereka miliki tujuan politik ke depan, mungkin saja untuk mengusung Presiden atau yang lain, ” ucapnya.

Walau DPW PPP serta PKB telah memastikan arah support, tetapi Lely menilainya deklarasi DPP masihlah diperlukan baik oleh pasangan calon ataupun laga pengusung calon. ” Bendera ” pimpinan pusat dinilai jadi hal yang begitu utama.

Baca juga :

” Lantaran ada kepercayaan umum dapat menaikkan keyakinan calon kalau terdapat beberapa laga yang mensupport, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *